Ibadah Puasa: Dari Theosentris ke Antroposentris: Tafsir Sosial atas Ibadah yang Terlupakan mengajak pembaca melihat ibadah puasa dari perspektif yang lebih luas dan kontekstual. Puasa tidak hanya dipahami sebagai bentuk pengabdian kepada Allah, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang erat kaitannya dengan kehidupan manusia.
Melalui pendekatan sosial dan keagamaan, buku ini mengajak pembaca menggali kembali makna puasa sebagai sarana membangun kepedulian, keadilan, empati, dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, puasa tidak berhenti pada ritual personal, tetapi mampu menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dr. Abdul Wasik, M.HI
Prof. Dr. Nur Syam
Harga
Rp75.000


Tidak ada komentar:
Posting Komentar